Sidoarjo — Mantan anggota Pramuka yang tergabung dalam Purna Jambore Nasional Pramuka Penggalang Tahun 1991 (Purna Jamnas 1991) sukses menggelar pertemuan berskala nasional bertajuk “Ruang Masa Lalu”. Acara yang sarat akan nilai sejarah dan nostalgia ini berpusat di Rumah Budaya Malik Ibrahim nomor 39, Pucanganom, Sidoarjo.
Pemilihan nama acara yang unik tersebut sengaja diangkat untuk mengupas kembali memori indah masa lalu sekaligus menjadi jembatan silaturahmi bagi para alumni.
Untuk menyemarakkan pertemuan tersebut, panitia menyelenggarakan serangkaian kegiatan yang padat dan menarik bagi para peserta maupun masyarakat luas. Agenda kegiatan dimulai dari sesi Sarasehan yang berbobot, Perkemahan Sabtu-Minggu (Persami) yang penuh keakraban, hingga Pameran Ruang Masa Lalu. Khusus untuk pameran sejarah ini, pihak panitia membuka pintunya secara umum bagi masyarakat yang ingin berkunjung hingga tanggal 1 Juli 2023.
Gelaran bernuansa kepanduan ini mendapatkan sambutan yang sangat positif dan dihadiri oleh berbagai kalangan masyarakat. Tidak hanya diramaikan oleh anggota Pramuka aktif yang berada di wilayah Sidoarjo dan sekitarnya, acara ini juga memikat perhatian berbagai komunitas kepemudaan serta organisasi keagamaan. Kehadiran ragam komunitas ini membuat suasana akbar di Rumah Budaya Malik Ibrahim menjadi semakin hidup dan inklusif.
Keberhasilan luar biasa juga ditunjukkan oleh Panitia Purna Jamnas 1991 yang sukses menyatukan kembali para anggotanya dari seluruh penjuru nusantara. Mereka berhasil mendatangkan para perwakilan alumni yang tersebar dari ujung barat hingga ujung timur Indonesia, tepatnya dari Aceh hingga Papua. Kehadiran para alumni lintas provinsi ini membuktikan bahwa semangat korps dan persaudaraan Pramuka tetap terjaga kokoh meski puluhan tahun telah berlalu.
Pada area pameran “Ruang Masa Lalu”, para pengunjung disuguhkan pemandangan langka berupa koleksi benda-benda memorabilia asli dari pelaksanaan Jambore Nasional 1991. Dalam menyajikan pameran yang otentik ini, panitia menggandeng Museum Mini BP House Surabaya yang merupakan milik dari Kak Djoko Adi Walujo. Antusiasme tinggi terlihat jelas dari para pengunjung yang rela datang jauh-jauh dari daerah asal mereka seperti Bireun (Aceh), Balikpapan (Kalimantan), Gowa dan Manado (Sulawesi), Dobo (Maluku), hingga Merauke (Papua).
Selain pameran, acara sarasehan menjadi forum ilmiah yang menghadirkan dua pembicara berkompeten di bidang kepanduan. Pembicara pertama adalah Andalan Kwarnas Bidang Hubungan Dalam Negeri, Kak Drs. Djoko Adiwalujo, S.T., M.M., DBA., yang memaparkan materi penting berjudul “Merangkai Sejarah sebagai Perspektif Masa Depan”.
Sementara pembicara kedua, Waka Binawasa Kwarcab Sidoarjo, Kak Dr. Abdul Munif, M.M., membawakan tema bertajuk “Progresif Pramuka Menuju Generasi Emas” dengan harapan mampu melahirkan ide-ide baru bagi masa depan Pramuka.
Sebagai pemungkas dari seluruh rangkaian acara, suasana kebersamaan ditutup dengan kegiatan Perkemahan Sabtu-Minggu atau Persami. Kegiatan berkemah ini diikuti dengan antusias oleh para mantan purna Jamnas 1991 beserta sejumlah perwakilan daerah yang hadir. Agenda terakhir ini sengaja dirancang sebagai momen inti untuk mengenang kembali masa-masa indah saat mereka masih menjadi Pramuka Penggalang dan mengikuti Jambore Nasional tahun 1991 silam. []