Puisi Muhammad Yusuf
DIA bangku kuliah ia mendaki mimpi
diantara buku dan rencana masa depan
tapi panggilan Ibu Pertiwi mengetuk hati
lebih kuasa dari bisikan cinta yang disimpan
Ia pergi dengan langkah pasti
meninggalkan kuliah yang belum selesaI
pedihnya hati sang kekasih hati
menahan kepergian sang kekasih hingga lelah terkulai
Di medan laga namanya gugur Bersama senjata
tertulis dalam doa dan bendera yang berkibar
hingga raga terkubur dengan cinta
menjadi abadi dalam negara yang akbar
Sang kekasih menyimpan luka yang dalam
menyimpang bangga dibalik derita
karena ia mencintai seorang pejuang
yang raganya tiada dalam membela negara
***
Muhamad Yusuf bekerja di Transjakarta. Lahir di Purwakarta tahun 1977, tinggal di Cibubur.