Melalui mufakat bulat dalam Musyawarah Nasional (Munas) III yang digelar di Surabaya pada Sabtu (6/9/2025), Teguh Santosa resmi ditetapkan sebagai Ketua Umum Purna Jambore Nasional 1991 (PJ 91). Sosok yang dahulu merupakan delegasi Sumatera Utara pada Jamnas 91 di Cibubur ini maju sebagai calon tunggal setelah mendapat mandat penuh dari 11 Pengurus Daerah.
Visi Ekonomi dan Semangat Kekeluargaan
Menggantikan Dr. Agung Slamet Riyadi, Teguh membawa visi besar yang menitikberatkan pada dua pilar utama: solidaritas internal dan pemberdayaan ekonomi. Beliau meyakini bahwa keterikatan emosional antaranggota harus menjadi fondasi dalam menjalankan roda organisasi.
Beberapa poin strategis yang diusung antara lain:
- Sinergi Potensi: Mengonsolidasikan beragam keahlian anggota untuk menciptakan peluang bisnis bersama.
- Kemandirian Ekonomi: Mendorong kolaborasi berbasis minat (interest) guna meningkatkan kesejahteraan anggota serta berdampak positif bagi masyarakat.
- Implementasi Nilai: Menghidupkan kembali jargon “Bersatu, Bersaudara, dan Mandiri” sebagai kontribusi nyata alumni Pramuka dalam mendukung Indonesia Emas.
“Negara membutuhkan nilai-nilai persatuan dan kemandirian yang kita miliki untuk mencapai masa kejayaan ke depan,” tegas Teguh usai pelantikannya.
Dewan Kehormatan
Selain menetapkan nahkoda baru, Munas III juga membentuk Dewan Kehormatan yang diisi oleh tokoh-tokoh lintas daerah, yaitu:
- Slamet Prihatin (Jateng)
- Budi Setyowati (DKI Jakarta)
- Dewinara (Jatim)
- M. Ferry Irawan (Kalsel)
- Dr. Agung Slamet Riyadi (Jatim)
Perhelatan ini tidak hanya sekadar agenda formal. Suasana Munas dimeriahkan oleh Festival UMKM yang memamerkan kreativitas produk lokal anggota Jawa Timur, serta kehadiran Baden Powell House yang membawa koleksi memorabilia kepanduan untuk mengobati kerinduan para purna jambore.
Profil Singkat Teguh Santosa
Teguh Santosa dikenal sebagai sosok yang memiliki rekam jejak luas di bidang akademisi dan media. Saat ini pria kelahiran Medan, Sumatera Utara ini juga mengajar Hubungan Internasional di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Dia juga memimpin Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) yang merupakan salah satu konstituen Dewan Pers.